Pages

Senin, 14 April 2014

Puisi

Ketika nyawa sudah tak berharga

Tatapan itu lurus menyambut fajar
Tatapan yang lebih tajam dari ribuan pisau
Semangat yang tercermin dari kepalan tangannya
Dan terus menatap ke depan

Mereka bekerja dengan hati yang gelisah
Dentuman keras itu. .
Bagaikan makanan yg teratur mereka dapatkan
Tangisan itu jatuh
Sebutir,..
Bahkan jutaan ribu air mata yg jatuh karna adanya nyawa yg hilang

Mereka meronta. .
Mereka ingin lepas
Bagai burung yang bisa terbang luas walau tanpa tujuan
Mereka hanya ingin menikmati detik demi detik dari sisa kehidupan. .

Mata itu kini tidak sanggup untuk menyambut datangnya fajar. .
Bahkan mulutpun tidak mengizinkan untuk mengeluarkan suara
Semangatnya
Bagaikan cerita tanpa akhir

Darah yg jatuh diiringi air yg keluar dari mata indah mereka
Menandakan mereka butuh tangan kalian
Tangan yg bisa membawa mereka prgi dr tangisan darah negri mereka

Kembali menyambut fajar
Menikmati keindahan dunia yg dianugrahkanNya
Bantu kami
Bantu kami untuk mengubah darah itu layaknya air di dalam kekeringan.


Posted via Blogaway

Tidak ada komentar:

Posting Komentar